Friday, May 7, 2010

Islam Jadi Sasaran Setelah Keruntuhan Komunis

Tensi hubungan Amerika Serikat plus negara-negara Barat dan Islam menjadi tinggi setelah sejumlah negara komunis runtuh.

Hubungan negara-negara Barat dan dunia Islam mengalami dinamika yang luar biasa hampir dua dekade ini. Hal itu dimulai sejak runtuhnya sejumlah negara komunis pada awal tahun 1990-an. Saat Perang Dingin, AS dan sekutu-sekutu Baratnya memusatkan konfrontasinya pada negara-negara komunis, terutama negara Uni Sovyet . Maka setelah setelah keruntuhan mayoritas negara komunis, “konfrontasi” berubah antara Barat dan Islam.

Konfrontasi diawali pada saat Perang Teluk I antara Iraq dan Amerika Serikat, didukung sekutu-sekutu Baratnya pada tahun 1991. Selanjutnya “konfrontasi” semakin besar setelah terjadinya Serangan 11 September 2001 atas Gedung WTC di New York. Setelah serangan 11 September 2001, AS dan sekutu Barat menyerbu Afghanistan yang dianggap menyembunyikan Osama Bin Ladin, tokoh tersangka serangan 11 September. Selanjut AS dan sekutunya menyerang Iraq pada tahun 2003.

Tensi hubungan Barat dan Islam pun menjadi tinggi. Barat tidak lagi mencari tokoh-tokoh dan negara yang menjadi lawannya, tetapi juga ingin mengubah keyakinan dan cara pandang umat Islam. Banyak dana dari Barat mengalir ke lembaga-lembaga LSM untuk membantu mengubah cara pandang umat Islam. Sebaliknya umat Islam yang tidak senang dengan tindakan negara-negara Barat terhadap negara-negara Islam dan ikut campurnya terhadap praktik keagamaan, justru memberikan sikap perlawanan dan kerasnya kepada Barat.

Tetapi hubungan panas-dingin hubungan AS sedikit berubah setelah pergantian pemimpin di AS pada awal 2009. Ada pola baru yang ingin dikedepankan AS terhadap umat dan negara-negara Islam. Sementara ini pola hubungan baru itu bisa menjadi penawar atas tingginya tensi AS dan Barat terhadap Islam –ledakan lain tentu akan selalu dipicu oleh perilaku buruk Israel yang selalu didukung Barat. Untuk mengetahui panas-dingin hubungan AS dan negara-negara Barat, baca laporan berikut ini:
Panas Dingin Hubungan AS-Islam(2)
Negeri Tidak Toleran Mengajari Umat Islam Toleransi

Panas Dingin Hubungan AS-Islam(3)
AS Kembali Lagi ke Kebijakan “Dunham”

Panas Dingin Hubungan AS-Islam(4)
Menuju Saling Pengertian AS dan Islam
sumber: hidayatullah.com