Tuesday, July 26, 2011

Dendam dan Sakit Hati Yang Tak Mau Kembali

Salah satu sifat buruk saya yaitu dendam yang berlebihan terhadap sesuatu/seseorang yang sangat sulit hilang. Entah kenapa saya sendiri ga' bisa menghilangkannya. Sebuah contoh sederhana seperti ini. Saya sangat tertarik dengan suatu barang dan saya pun bisa memilikinya tapi ada orang yang merampas barang itu. Merampas barang bukan mencuri barang. Jika dalam waktu dekat barang itu tidak kembali maka lambat laun muncul rasa dendam karena sakit hati dengan orang itu. Bersamaan dengan itu, segala sesuatu yang berhubungan dengan orang itu jadi ikut2an ku benci, tidak hanya kegiatannya tapi juga termasuk orang dekatnya. Dan semua kebaikannya punah dari pikiranku.

Jika bertemu dia atau bersisipan, saya bukan termasuk orang yang berpura2 senyum kepadanya, kalau saya benar2 saya tunjukkan kalau saya benci sama dia. Jangankan senyum, salam pun terkadang tidak ku jawab (dilisan). Kalau dia jalan dengan orang terhormat atau atasan dan dia senyum, ga' ngurus dia sama siapa tetap saja ga' akan senyum sedikit pun kepadanya, bahkan muka saya saya pasang muka masam tanda kebencian.

Nah bagimana kalau barang yang dirampas itu kembali? itulah masalahnya, tetap saja rasa dendam itu tak mau hilang. Saya juga bingung kalau begini. Perasaan sangat tidak enak itu pasti ada tp rasa dendam masih nomor satu. Oh ya ini dendam bukan gengsi.

Kalaupun barang kembali bahkan dia minta maaf sekalipun, saya tetap tidak bisa memaafkan dan mungkin itulah sebab utama saya kena hepatitis alias liver dulu. Seseorang yang pernah membuat saya sakit hati mungkin tidak ada maaf lagi baginya sampai mati. Mungkin hanya satu cara baru bisa saya maafkan, putaran waktu dikembalikan dan penyebab dendam itu tidak ada dalam jalan kehidupanku, mungkin kah? TIDAK MUNGKIN!

Ada yang tau obatnya? ya semacam obat penghapus bagian dari kehidupan. Psikolog? psikiater? ENGGA' AKAN!