Monday, July 11, 2011

Kabut Asap Palangkaraya Semakin Parah

Risiko tinggal di kota Palangkaraya yg di kelilingi hutan ya kaya gini, tiap tahun saat kemarau langganan kebakaran hutan atau pembakaran lahan. Enaknya sih klo anak sekolahan bisa liburan atau masuk cepat pulang cepat Negatifnya ya itu asap yang baunya menyengat sekali. Klo dibandingkan antara asap asli dr sumber api masih mendingan, tapi klo sudah jadi kabut, beuh baunya menusuk hidung dan bagi yg asma akut bisa sering menggelepar pingsan klo tiba2 menciumnya kaya teman saya waktu dikelas dulu.

Akhir2 ini kabut mulai parah, saat setelah subuh hingga kira2 pukul 5.30 WIB (sini WIB) kabut benar2 menutup jarak pandang, di daerah saya sekitaran cilik riwut km 6 kira2 3 meter dah putih, bau menyengat dan menusuk ditambah dingin yg luar biasa ky dingin pegunungan (disin ga' ada gunung, cuma bukit bbrp biji aja ) tp saya pernah bbrp kali mendaki waktu di jawa kemarin jadi tau dingin gunung biasa sama dingin gunung yg benar dingin sampai terasa klo jarak antara hidup dan mati begitu dekat ky digunung arjuno-welirang kemarin. Tapi dingin disini klo pagi msh dingin gunung biasa ky di sekitaran bromo itu aja.

Ya mudah2an pemerintah sini bisa melakukan tindakan secepat mungkin kaya dulu dengan menurunkan tim pemantau dan pencegah kebakaran hutan lewat heli (mau pakai apa lagi?)

Fotonya mana San?

malas foto2an, soalnya habis subuh sampai jam 10 itu waktu tidurku